Hari Kedua ASAT di MAN 5 Sleman: Siswa Uji Kemampuan Matematika dan Akidah Akhlak Melalui Jogja Madrasah Digital
Sleman — MAN 5 Sleman sukses menyelenggarakan hari kedua Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) Tahun Ajaran 2025/2026 pada Selasa (26/5). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI ini berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh khidmat, dengan mengujikan dua mata pelajaran utama, yakni Matematika dan Akidah Akhlak.
Sebelum lembar ujian digital dibuka, seluruh siswa di setiap ruangan mengawali hari dengan doa bersama dan pembiasaan belajar mandiri guna mematangkan persiapan. Menariknya, madrasah menerapkan jadwal ibadah yang teratur selama asesmen berlangsung. Khusus untuk siswa yang menempati Ruang 4, 5, and 6, jadwal hari ini diisi dengan pelaksanaan salat dhuha berjamaah di musala madrasah sebelum memasuki jam ujian.

Sama seperti hari pertama, pelaksanaan ASAT tahun ini sepenuhnya mengandalkan sistem digital dengan memanfaatkan platform Jogja Madrasah Digital (JMD). Penggunaan JMD terbukti efektif dalam meminimalkan penggunaan kertas sekaligus melatih integritas serta kemandirian siswa dalam memanfaatkan teknologi edukasi.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Siti Aminah, S.Pd., menjelaskan bahwa kesiapan teknis dan mental siswa menjadi kunci kelancaran ujian di hari kedua ini.
"Alhamdulillah, sinkronisasi sistem melalui platform Jogja Madrasah Digital hari ini berjalan sangat lancar tanpa kendala teknis yang berarti. Kombinasi antara belajar mandiri di kelas dan penyegaran spiritual melalui salat dhuha bagi ruang-ruang tertentu terbukti efektif membuat anak-anak lebih tenang dan fokus saat mengerjakan soal Matematika serta Akidah Akhlak," jelas Siti Aminah.
Kepala MAN 5 Sleman, Mucharom, S.Ag., M.S.I., turut memberikan apresiasi tinggi terhadap kedisiplinan para siswa dan kesigapan panitia dalam mengawal jalannya asesmen berbasis digital ini.
"Asesmen ini bukan sekadar alat ukur capaian akademik, tetapi juga momentum ujian karakter. Melalui platform JMD, kita menanamkan nilai kejujuran digital. Di sisi lain, pembiasaan doa dan salat dhuha yang terjadwal di musala menjadi pengingat bahwa ikhtiar batiniah harus selalu menyertai usaha lahiriah. Semoga anak-anak mendapatkan hasil yang berkah dan memuaskan," ungkap Mucharom. (AR)
Kirim Komentar