Berita

MAN 5 Sleman Jadi Lokasi Observasi Ekosistem Pancasila Mahasiswa UNY

Rabu, 06 Mei 2026 / Berita

Sleman – MAN 5 Sleman menerima kunjungan edukatif dari sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Jumat, 24 April 2026. Kedatangan para mahasiswa ini bertujuan untuk melaksanakan kegiatan bertajuk Observasi Ekosistem Pancasila dalam Lingkungan Pendidikan, yang melibatkan kolaborasi aktif antara akademisi, guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), serta para siswa.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari penugasan akademik untuk memotret secara langsung bagaimana nilai-nilai luhur Pancasila diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah. Selama observasi, para mahasiswa berfokus pada pengambilan data terkait strategi penanaman nilai instrumen negara serta sejauh mana pemahaman siswa terhadap pengamalan butir-butir Pancasila di sekolah.

 

Rini Widayati, S.Pd., selaku guru PPKn MAN 5 Sleman yang mendampingi jalannya observasi, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, proses pengambilan data ini juga menjadi sarana evaluasi bagi pihak madrasah dalam melihat efektivitas metode pengajaran karakter yang selama ini dijalankan.
"Melalui observasi ini, kita bisa melihat indikator keberhasilan penanaman nilai Pancasila secara lebih nyata. Kami berbagi data mengenai upaya-upaya yang telah dilakukan guru dalam mewujudkan ekosistem yang pancasilais, seperti pembiasaan sikap toleransi, gotong royong, dan musyawarah di lingkungan kelas. Semoga data yang diperoleh mahasiswa dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai budaya positif di madrasah kami," ungkap Rini Widayati.

Sementara itu, Kepala MAN 5 Sleman, Mucharom, S.Ag., M.S.I., menyampaikan apresiasinya atas terpilihnya MAN 5 Sleman sebagai objek observasi mahasiswa UNY. Beliau menegaskan bahwa madrasah memiliki peran krusial dalam menjaga tegaknya nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda.


"Kami sangat terbuka bagi rekan-rekan mahasiswa untuk belajar dan mengambil data di sini. Mewujudkan ekosistem Pancasila bukan sekadar teori di dalam kelas, melainkan tentang bagaimana menciptakan suasana pendidikan yang menghargai keberagaman dan kemanusiaan. Kami berharap hasil observasi ini dapat memperkuat sinergi antara dunia universitas dan madrasah dalam memperkokoh karakter kebangsaan siswa," tutur Mucharom.

 

Selain wawancara dengan guru, para mahasiswa juga melakukan interaksi langsung dengan siswa untuk mengetahui perspektif mereka mengenai pengamalan Pancasila. Hasil dari observasi ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi pengembangan strategi pendidikan karakter yang lebih inovatif di masa depan. (GL)

    Kirim Komentar

    © Copyright Citraweb Digital Multisolusi All Rights Reserved. Designed and Developed by Developed by Citraweb