Lalui Batas Instansi, OSIS Primavera MAN 5 Sleman Sambangi Trappsila dalam Agenda Studi Banding Lintas Kementerian
YOGYAKARTA – Semangat kolaborasi tanpa batas ditunjukkan oleh organisasi siswa dari dua instansi pendidikan yang berbeda naungan. OSIS Primavera MAN 5 Sleman melakukan kunjungan studi banding ke SMA Negeri 9 Yogyakarta atau yang akrab dikenal sebagai Trappsila pada Senin, 27 April 2026. Pertemuan inspiratif ini berlangsung hangat di lingkungan SMA Negeri 9 Yogyakarta mulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIB.
Rombongan dari MAN 5 Sleman yang terdiri dari 28 pengurus OSIS didampingi oleh pembimbing mereka, Dharu Dwi Oktavianta, S.Pd., M.Pd. Kehadiran mereka disambut langsung dengan penuh keramahan oleh Kepala SMA Negeri 9 Yogyakarta, Ibu Ngadinem, S.Pd., M.Pd., beserta jajaran pengurus OSIS Trappsila. Pertemuan ini menjadi momentum langka yang mempertemukan organisasi siswa dari bawah naungan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Dalam sambutannya, Ibu Ngadinem menyampaikan apresiasi atas inisiatif MAN 5 Sleman untuk menjalin silaturahmi. Beliau menekankan bahwa perbedaan payung kementerian bukanlah penghalang bagi para siswa untuk saling bertukar ilmu dan memperluas jejaring. Menurutnya, sinergi lintas instansi seperti ini sangat penting untuk memperkaya sudut pandang siswa dalam mengelola sebuah organisasi besar di tingkat sekolah.
Inti dari kegiatan ini adalah studi banding mendalam mengenai pengelolaan organisasi intra sekolah. Materi utama yang dibahas mencakup jalinan kerja sama lintas kementerian dalam tata kelola organisasi siswa serta sesi tukar pengalaman mengenai program kerja unggulan masing-masing sekolah. Para pengurus OSIS dari kedua sekolah tampak antusias berdiskusi, berbagi tantangan yang dihadapi, hingga mencari solusi kreatif dalam menjalankan agenda kesiswaan di era digital.
Dharu Dwi Oktavianta selaku pembimbing OSIS MAN 5 Sleman yang juga menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan ini menambahkan bahwa pengalaman terjun langsung melihat dinamika di sekolah lain akan memberikan perspektif baru bagi OSIS Primavera. Ia berharap hasil dari diskusi ini tidak hanya berhenti di ruang pertemuan, tetapi dapat diadaptasi dan dimodifikasi untuk meningkatkan kualitas program kerja di madrasah.
Kegiatan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama dan penyerahan kenang-kenangan sebagai simbol persahabatan antara OSIS Primavera dan OSIS Trappsila. Melalui studi banding ini, diharapkan akan tercipta kolaborasi berkelanjutan yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang inklusif, adaptif, dan memiliki jaringan yang luas di masa depan. (AR)
Kirim Komentar