Sleman (MAN 5 Sleman) — Sejak semangat Merah Putih menggelora pada pagi hari tanggal 31 Juli 2025, seorang siswa kelas XI B Madrasah di Sleman telah memulai perjalanan luar biasa. Reigan Arlen Resendriya—dengan panggilan akrab Reigan—bersama sahabatnya, Edwina Ajeng, telah menghabiskan waktu penuh ketekunan dan disiplin dalam masa karantina dan pelatihan intensif yang berlangsung hingga 19 Agustus 2025.
Pelatihan fisik dan mental ketat ini digelar di tiga lokasi strategis: Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Yogyakarta, Lapangan Monumen Pahlawan Pancasila, dan Istana Kepresidenan Yogyakarta (Gedung Agung). Di bawah cuaca pagi yang tajam dan sinar matahari siang yang menyengat, Reigan dan Edwina dilatih dengan penuh ketelitian, dari barisan tegap hingga hormat yang presisi. Tidak hanya fisik, mental mereka juga ditempa: disiplin, keberanian, dan rasa hormat pada lambang negara menjadi nafas harian mereka.
Pada tanggal 17 Agustus 2025, seluruh negeri merayakan detik-detik Proklamasi ke-80. Di Halaman Istana Kepresidenan Yogyakarta, suasana khidmat membalut setiap detik. Upacara pengibaran dan penurunan bendera berlangsung dalam tata teratur, diawali pagi hingga sore, sebuah harmoni nasional yang haru bertemu kebanggaan.
Di tengah ribuan hadirin, Reigan tampil gagah sebagai bagian dari Paskibraka DIY, membentangkan Sang Saka Merah Putih dengan disiplin luar biasa. Barisan itu bukan hanya sekadar barisan, melainkan simbol generasi muda Sleman yang siap menjaga dan meneruskan semangat kemerdekaan.
Kepala Madrasah, Mucharom, S. Ag., M. S.I menyaksikan dengan bangga perjuangan dua pelajar tersebut. “Reigan dan Edwina adalah contoh nyata bakat dan dedikasi, mereka mengorbankan waktu sepanjang Juli hingga Agustus untuk melatih diri, dan itu terbayar saat mereka berdiri tegap mengibarkan bendera di hadapan Gubernur,” ucap beliau dengan mata berkaca-kaca, bangga sekaligus haru.
Waka Kesiswaan MAN 5 Sleman, Minda Herlina, S.Pd., menambahkan, “Keberhasilan Reigan bukan hanya prestasi pribadi, tapi juga menjadi kebanggaan seluruh keluarga besar MAN 5 Sleman. Ia menunjukkan bahwa dengan tekad, disiplin, dan kerja keras, pelajar madrasah bisa berkontribusi nyata di panggung nasional. Semoga pengalaman ini menjadi pijakan bagi cita-cita mulianya menjadi TNI atau POLRI di masa depan.”
Waktu karantina sejak 31 Juli hingga 19 Agustus 2025 adalah babak penuh tekanan sekaligus persiapan, yang mengubah Reigan, anak dengan hobi 'fun running' menjadi sosok remaja dengan langkah tegap menuju impian. Impian menjadi abdi negara TNI atau POLRI, kini terpatri lebih kuat dari sebelumnya.
Ketika Sang Merah Putih melambai lembut di langit Istana Kepresidenan pagi itu, Reigan tidak hanya mengangkat bendera. Ia mengangkat harapan, perjuangan, dan semangat generasi muda Sleman untuk turut menjaga kemerdekaan ini satu detik, satu langkah, satu harapan Menuju Indonesia Maju. (fat/gal)
Kirim Komentar